Tentang Asus Zenfone Max Plus (M1) - Tekno Match

    Social Items

Di penghujung bulan November 2017 lalu, Asus telah merilis Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Rusia. Zenfone Max Plus merupakan smartphone kedua dari Asus yang mengusung layar Full View dengan rasio 18:9, setelah Pegasus 4S yang lebih dulu dirilis di pasar Tiongkok.

Tentang Asus Zenfone Max Plus (M1)

Kali ini Asus memasarkan Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Eropa serta Malaysia. Smartphone ini menggunakan layar Full View berdimensi 5.7 inci dengan resolusi Full HD 2160 x 1080 pixel dan kaca lengkung 2.5D. Asus mengklaim, walaupun layarnya lebih besar, ukuran keseluruhannya sama dengan smartphone berlayar 5.2 inci, sebut saja Zenfone 4 Max Lite ZC520KL yang sudah dijual resmi di Indonesia.

Ya, Asus nampaknya menggunakan basis dari Zenfone 4 Max Lite yang kemudian disempurnakan menjadi Zenfone Max Plus (M1). Walaupun dimensinya kurang lebih sama, kapasitas baterainya sedikit meningkat dari 4100 mAh menjadi 4130 mAh. Asus menyediakan konfigurasi RAM hingga 4GB serta penyimpanan internal sampai 64GB. Smartphone yang mendukung dual SIM ini memiliki slot non-hybrid, sehingga kamu tidak perlu khawatir jika ingin menggunakan dua kartu SIM plus satu kartu memori sekaligus.

Tak menggunakan prosesor Snapdragon, Asus memercayakan chipset MediaTek MT6750T octa-core serta GPU Mali-T860 untuk smartphone yang memiliki kamera ganda di sisi belakang ini. Konfigurasinya sama seperti Zenfone 4 Max Pro yang sudah Tekno Match post sebelumnya. Sensor utamanya beresolusi 16 Megapixel dengan bukaan f/2.0 dan sudah mendukung phase detection auto-focus. Sensor ini mendukung mode Super Resolution yang dapat menggabungkan lima foto secara cepat menjadi sebuah foto beresolusi 64 megapixel. Sedangkan sensor sekunder yang ada di sebelahnya beresolusi 8 megapixel dengan sudut pandang sangat lebar, 120°.

Kamera depan 16 megapixel f/2.0 pada Zenfone Max Plus (M1) juga bisa difungsikan untuk fitur Face Unlock, alternatif metode keamanan selain dari sensor sidik jari yang berada di belakang smartphone. Sedangkan untuk ketahanan baterainya, Asus mengklaim Zenfone Max Plus (M1) sanggup memutar video hingga 13 jam, dan bisa digunakan untuk menelepon selama 3 jam hanya dalam waktu pengisian daya 15 menit saja. Sensor seperti gyroscope, e-compass serta ambient light juga sudah tersedia di smartphone yang menjalankan Android Nougat dengan kustomisasi ZenUI 4.0 ini.

Asus menjual Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Eropa dengan harga 300 Euro, atau sekitar Rp4,8 jutaan. Namun di Malaysia sendiri, Zenfone Max Plus (M1) dengan konfigurasi 4GB/32GB dijual hanya seharga RM 899 atau sekitar Rp2,99 juta. Melihat spesifikasi yang ditawarkan, tentu akan jauh lebih cocok dan menarik jika smartphone ini dijual di Indonesia dengan harga yang setara seperti di Malaysia. Akankah hadir secara resmi di Indonesia? Kita nantikan ya.

Tentang Asus Zenfone Max Plus (M1)

Di penghujung bulan November 2017 lalu, Asus telah merilis Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Rusia. Zenfone Max Plus merupakan smartphone kedua dari Asus yang mengusung layar Full View dengan rasio 18:9, setelah Pegasus 4S yang lebih dulu dirilis di pasar Tiongkok.

Tentang Asus Zenfone Max Plus (M1)

Kali ini Asus memasarkan Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Eropa serta Malaysia. Smartphone ini menggunakan layar Full View berdimensi 5.7 inci dengan resolusi Full HD 2160 x 1080 pixel dan kaca lengkung 2.5D. Asus mengklaim, walaupun layarnya lebih besar, ukuran keseluruhannya sama dengan smartphone berlayar 5.2 inci, sebut saja Zenfone 4 Max Lite ZC520KL yang sudah dijual resmi di Indonesia.

Ya, Asus nampaknya menggunakan basis dari Zenfone 4 Max Lite yang kemudian disempurnakan menjadi Zenfone Max Plus (M1). Walaupun dimensinya kurang lebih sama, kapasitas baterainya sedikit meningkat dari 4100 mAh menjadi 4130 mAh. Asus menyediakan konfigurasi RAM hingga 4GB serta penyimpanan internal sampai 64GB. Smartphone yang mendukung dual SIM ini memiliki slot non-hybrid, sehingga kamu tidak perlu khawatir jika ingin menggunakan dua kartu SIM plus satu kartu memori sekaligus.

Tak menggunakan prosesor Snapdragon, Asus memercayakan chipset MediaTek MT6750T octa-core serta GPU Mali-T860 untuk smartphone yang memiliki kamera ganda di sisi belakang ini. Konfigurasinya sama seperti Zenfone 4 Max Pro yang sudah Tekno Match post sebelumnya. Sensor utamanya beresolusi 16 Megapixel dengan bukaan f/2.0 dan sudah mendukung phase detection auto-focus. Sensor ini mendukung mode Super Resolution yang dapat menggabungkan lima foto secara cepat menjadi sebuah foto beresolusi 64 megapixel. Sedangkan sensor sekunder yang ada di sebelahnya beresolusi 8 megapixel dengan sudut pandang sangat lebar, 120°.

Kamera depan 16 megapixel f/2.0 pada Zenfone Max Plus (M1) juga bisa difungsikan untuk fitur Face Unlock, alternatif metode keamanan selain dari sensor sidik jari yang berada di belakang smartphone. Sedangkan untuk ketahanan baterainya, Asus mengklaim Zenfone Max Plus (M1) sanggup memutar video hingga 13 jam, dan bisa digunakan untuk menelepon selama 3 jam hanya dalam waktu pengisian daya 15 menit saja. Sensor seperti gyroscope, e-compass serta ambient light juga sudah tersedia di smartphone yang menjalankan Android Nougat dengan kustomisasi ZenUI 4.0 ini.

Asus menjual Zenfone Max Plus (M1) untuk wilayah Eropa dengan harga 300 Euro, atau sekitar Rp4,8 jutaan. Namun di Malaysia sendiri, Zenfone Max Plus (M1) dengan konfigurasi 4GB/32GB dijual hanya seharga RM 899 atau sekitar Rp2,99 juta. Melihat spesifikasi yang ditawarkan, tentu akan jauh lebih cocok dan menarik jika smartphone ini dijual di Indonesia dengan harga yang setara seperti di Malaysia. Akankah hadir secara resmi di Indonesia? Kita nantikan ya.

Subscribe Our Newsletter