Tips Memotret di Malam Hari dengan DSLR - Tekno Match

    Social Items

Melakukan pemotretan di malam hari boleh dibilang gampang-gampang susah, apalagi memotretnya menggunakan kamera DSLR. Apabila Anda tidak mengerti betul penggunaannya, bisa jadi hasil jepretannya akan terlihat buram atau bahkan gelap sama sekali.

Tips Memotret di Malam Hari dengan DSLR

Meski begitu, ada tips atau trik khusus yang dapat Anda implementasikan ketika memotret obyek pada malam hari dengan kamera DSLR. Buat pemula, dijamin Anda bisa sukses motret objek apapun pada kondisi minim cahaya bahkan saat malam hari. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba lakukan ketika ingin memotret di waktu malam.

Setting Aperture di Angka Paling Tajam


Untuk melakukan pemotretan di malam hari, maka hal pertama yang wajib Anda atur adalah aperture. Untuk mendapatkan foto yang detail dan menghindari noise, maka setidaknya Anda harus mengatur diafragma pada dua jarak stop dari bukaan aperture terlebar. Misal nih, aperture lensa yang Anda gunakan adalah f/2.8, maka cobalah mengatur diafragma tertajam pada angka f/5.6 dan f/8.

Sesuaikan Setting White Balance


Apabila objek yang hendak ada ambil pada malam hari adalah kondisi perkotaan dengan banyak lampu, maka hal yang wajib di atur berikutnya adalah White Balance. Usahakan untuk menyesuaikan settingWhite Balance pada rentang angka 3000 hingga 7000k saja. Dengan mengatur pada rentang angka tersebut, hasil foto yang diambil pada malam hari akan terlihat indah.

Jangan Naikkan Level ISO


Saat memotret malam hari, usahakan untuk tidak menaikkan level ISO pada kamera Anda. Tempatkan setting ISO di titik terendah yang dimiliki kamera DSLR yang digunakan untuk memotret. Menaikkan level ISO berarti meningkatkan resiko adanya noise dan mengurangi ketajaman dari objek yang akan Anda bidik.

Gunakan Flash Saat Memotret


Untuk melakukan pemotretan di malam hari, jika obyek yang hendak diambil adalah model, maka penggunaan flash baik internal ataupun external wajib hukumnya. Sebagaimana yang diketahui, memotret pada malam hari umumnya sangat minim cahaya. Agar hasil gambar yang diambil tidak gelap, maka gunakanlah flash sebagai sumber cahaya tambahan terhadap obyek.

Gunakan Focal Length Pendek


Saat memotret pada malam hari, usahakan pakai lensa zoom dengan focal length yang pendek. Sebab, focal length yang panjang berpotensi memunculkan blur karena getaran yang dihasilkan saat akan membidik objek. Perlu diketahui, mengubah focal length tentunya juga akan mengubah komposisi jadi Anda perlu bersabar dan melakukan beberapa percobaan ulang untuk dapat komposisi terbaik saat memotret pada malam hari.

Kurangi Efek Flare, Pakai Lensa Wide


Ketika Anda memotret pada malam hari biasanya akan muncul efek flare. Terlebih jika objek yang hendak dipotret fokusnya dekat dengan sumber cahaya tertentu. Untuk mengurangi efek ini, maka gunakan saja lensa wide angle. Penggunaan lensa wide angle akan membuat objek jadi mempunyai sudut pandang yang lebih lebar dan juga mempunyai Depth of Field yang lebar. Sehingga seluruh bagian objek dapat nampak dengan jelas dan terang.

Perhatikan Komposisi Objek


Dalam dunia fotografi, masalah komposisi merupakan salah satu hal yang sangat penting. Penempatan komposisi yang baik, akan berimbas pada foto yang Anda ambil terlihat lebih enak dipandang. Saat memotret pada malam haripun, Anda wajib memperhatikan komposisi dari objek yang akan dibidik. Perhatikan secara detail area mana saja yang memiliki cahaya berlebih atau cahaya kurang. Jangan ketinggalan juga, perhatikan komposisi seperti garis cahaya lampu dan sebagainya.

Gunakan Format RAW


Untuk mendapatkan foto terbaik saat malam hari, gunakan format RAW saat memotret. Format foto RAW dapat diutak-atik, baik pengaturan white balance, brightness maupun contrast-nya tanpa menurunkan kualitas gambar tersebut.

Tonal warna pada format RAW jauh lebih banyak dari JPEG, jadi gambar yang dihasilkan pun akan lebih kaya warna meski minim cahaya. Namun perlu diingat, penggunaan format RAW akan memakan cukup banyak memori. Jadi jangan lupa juga untuk menggunakan memori yang berkapasitas besar. Akan tetapi hal itu wajar, karena kualitas gambar yang dihasilkan pun dari format RAW ini sangat baik.

Tips Memotret di Malam Hari dengan DSLR

Melakukan pemotretan di malam hari boleh dibilang gampang-gampang susah, apalagi memotretnya menggunakan kamera DSLR. Apabila Anda tidak mengerti betul penggunaannya, bisa jadi hasil jepretannya akan terlihat buram atau bahkan gelap sama sekali.

Tips Memotret di Malam Hari dengan DSLR

Meski begitu, ada tips atau trik khusus yang dapat Anda implementasikan ketika memotret obyek pada malam hari dengan kamera DSLR. Buat pemula, dijamin Anda bisa sukses motret objek apapun pada kondisi minim cahaya bahkan saat malam hari. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba lakukan ketika ingin memotret di waktu malam.

Setting Aperture di Angka Paling Tajam


Untuk melakukan pemotretan di malam hari, maka hal pertama yang wajib Anda atur adalah aperture. Untuk mendapatkan foto yang detail dan menghindari noise, maka setidaknya Anda harus mengatur diafragma pada dua jarak stop dari bukaan aperture terlebar. Misal nih, aperture lensa yang Anda gunakan adalah f/2.8, maka cobalah mengatur diafragma tertajam pada angka f/5.6 dan f/8.

Sesuaikan Setting White Balance


Apabila objek yang hendak ada ambil pada malam hari adalah kondisi perkotaan dengan banyak lampu, maka hal yang wajib di atur berikutnya adalah White Balance. Usahakan untuk menyesuaikan settingWhite Balance pada rentang angka 3000 hingga 7000k saja. Dengan mengatur pada rentang angka tersebut, hasil foto yang diambil pada malam hari akan terlihat indah.

Jangan Naikkan Level ISO


Saat memotret malam hari, usahakan untuk tidak menaikkan level ISO pada kamera Anda. Tempatkan setting ISO di titik terendah yang dimiliki kamera DSLR yang digunakan untuk memotret. Menaikkan level ISO berarti meningkatkan resiko adanya noise dan mengurangi ketajaman dari objek yang akan Anda bidik.

Gunakan Flash Saat Memotret


Untuk melakukan pemotretan di malam hari, jika obyek yang hendak diambil adalah model, maka penggunaan flash baik internal ataupun external wajib hukumnya. Sebagaimana yang diketahui, memotret pada malam hari umumnya sangat minim cahaya. Agar hasil gambar yang diambil tidak gelap, maka gunakanlah flash sebagai sumber cahaya tambahan terhadap obyek.

Gunakan Focal Length Pendek


Saat memotret pada malam hari, usahakan pakai lensa zoom dengan focal length yang pendek. Sebab, focal length yang panjang berpotensi memunculkan blur karena getaran yang dihasilkan saat akan membidik objek. Perlu diketahui, mengubah focal length tentunya juga akan mengubah komposisi jadi Anda perlu bersabar dan melakukan beberapa percobaan ulang untuk dapat komposisi terbaik saat memotret pada malam hari.

Kurangi Efek Flare, Pakai Lensa Wide


Ketika Anda memotret pada malam hari biasanya akan muncul efek flare. Terlebih jika objek yang hendak dipotret fokusnya dekat dengan sumber cahaya tertentu. Untuk mengurangi efek ini, maka gunakan saja lensa wide angle. Penggunaan lensa wide angle akan membuat objek jadi mempunyai sudut pandang yang lebih lebar dan juga mempunyai Depth of Field yang lebar. Sehingga seluruh bagian objek dapat nampak dengan jelas dan terang.

Perhatikan Komposisi Objek


Dalam dunia fotografi, masalah komposisi merupakan salah satu hal yang sangat penting. Penempatan komposisi yang baik, akan berimbas pada foto yang Anda ambil terlihat lebih enak dipandang. Saat memotret pada malam haripun, Anda wajib memperhatikan komposisi dari objek yang akan dibidik. Perhatikan secara detail area mana saja yang memiliki cahaya berlebih atau cahaya kurang. Jangan ketinggalan juga, perhatikan komposisi seperti garis cahaya lampu dan sebagainya.

Gunakan Format RAW


Untuk mendapatkan foto terbaik saat malam hari, gunakan format RAW saat memotret. Format foto RAW dapat diutak-atik, baik pengaturan white balance, brightness maupun contrast-nya tanpa menurunkan kualitas gambar tersebut.

Tonal warna pada format RAW jauh lebih banyak dari JPEG, jadi gambar yang dihasilkan pun akan lebih kaya warna meski minim cahaya. Namun perlu diingat, penggunaan format RAW akan memakan cukup banyak memori. Jadi jangan lupa juga untuk menggunakan memori yang berkapasitas besar. Akan tetapi hal itu wajar, karena kualitas gambar yang dihasilkan pun dari format RAW ini sangat baik.

Subscribe Our Newsletter