Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal - Tekno Match

    Social Items

MicroSD masih menjadi salah satu aksesoris utama yang melengkapi penggunaan smartphone saat ini.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal

Saat ini masih ada smartphone yang menawarkan kapasitas penyimpanan internal cukup kecil baik itu 8GB atau 16GB. Belum lagi ukuran aplikasi yang semakin besar dan penggunaan data media sosial akan membuat penyimpanan smartphone penuh dengan sangat cepat.

Maka dari itu kehadiran microSD dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sayangnya microSD punya beberapa kelemahan yang salah satunya merupakan kemampuan transfer data yang lebih lambat dibandingkan panyimpanan internal terutama pada microSD murah.

Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai konflik seperti masalah kompabilitas aplikasi maupun penurunan performa. Oleh karena itu beberapa vendor kini menghilangkan opsi untuk memindahkan aplikasi yang terpasang ke penyimpanan eksternal sehingga pengguna hanya bisa menyimpan data pribadi seperti foto atau video saja ke microSD.

Walaupun begitu tidak sedikit pengguna yang tetap ingin menggunakan microSD sebagai tempat penyimpanan utama karena terlalu banyak yang harus disimpan. Untungnya ada trik yang bisa digunakan untuk merubah kartu microSD kamu menjadi internal di MIUI dengan memanfaatkan fitur adoptable storage seperti yang dijelaskan salah satu pengguna forum XDA Developers.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengaktifkan fitur ini, yakni smartphone sudah menjalankan Android 6.0 ke atas, komputer atau laptop, dan microSD minimal kelas UHS 1. Pastikan juga kamu mencadangkan data seluruh data di smartphone dan microSD karena ada proses format.

Jika semua itu terpenuhi, maka kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk cara mengubah microSD menjadi internal untuk pengguna perangkat Xiaomi MIUI.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal


  1. Aktifkan Developer Option dengan menekan OS version di Settings > About Phone sebanyak 7 kali.
  2. Aktifkan fitur USB Debugging dan Stay Awake agar smartphone tetap terus menyala.
  3. Instal ADB dan Fastboot di komputer kamu.
  4. Hubungkan smartphone ke komputer dengan menggunakan kabel USB.
  5. Jalankan Command Prompt di Windows dengan “run as administrator”.
  6. Masukan perintah adb shell kemudian sm set-force-adoptable true.
  7. Selanjutnya masukan sm list-disks dan kamu akan melihat sebuah angka seperti ini disk:179,64.
  8. Format microSD melalui perintah sm partition disk:xxx,xx private dengan nilai xxx.xx sesuai seperti hasil angka di langkah No.7.
  9. Kemudian ketikan perintah sm list-volumes dan kamu akan mendapatkan hasil dengan deretan angka seperti ini private:179,67 mounted fb705131-c6a0-4e3a-959b-605a65334c8c.
  10. Terakhir masukan perintah pm move-primary-storage xxxxxxxxxx-xxxx-xxxxx-xxxxx-xxxxxxxxxx sesuai dengan deretan angka sebelumnya.
  11. Tunggu hingga selesai dan reboot smartphone kamu.
  12. Jika belum berhasil, ulangi langkah tersebut sebanyak 2-3 kali. Saya sendiri harus mengulangi sekali untuk bisa berhasil.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal

Metode ini telah sukses saya praktikan di smartphone Xiaomi Redmi 5A saya yang kini punya penyimpanan sebesar 64GB. Walaupun begitu ada beberapa kekurangan yang harus dipahami setelah membuat microSD menjadi penyimpanan internal.

Pertama, total penyimpanan yang terbaca di pengaturan akan tetap sama dan tidak berubah sama sekali sehingga kamu harus melihatnya menggunakan aplikasi File Manager. Selain itu setiap icon di layar Home akan kembali berubah setiap kali reboot, maka dari itu gunakan launcher agar tetap rapih.

Terakhir, kamu harus melakukan update MIUI secara manual dengan mengunduh file dari situs Xiaomi langsung yang pastinya belum tentu semua penggunan menginginkan itu. Namun secara keseluruhan mengubah microSD menjadi penyimpanan internal terasa lebih penting dibandingkan harus kehabisan ruang untuk menginstal aplikasi baru.

Maka dari itu memang yang terbaik merupakan penyimpanan internal smartphone besar untuk kebutuhan aplikasi ditambah dengan microSD untuk kebutuhan data pribadi seperti foto dan video agar penggunaan lebih nyaman.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal

MicroSD masih menjadi salah satu aksesoris utama yang melengkapi penggunaan smartphone saat ini.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal

Saat ini masih ada smartphone yang menawarkan kapasitas penyimpanan internal cukup kecil baik itu 8GB atau 16GB. Belum lagi ukuran aplikasi yang semakin besar dan penggunaan data media sosial akan membuat penyimpanan smartphone penuh dengan sangat cepat.

Maka dari itu kehadiran microSD dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sayangnya microSD punya beberapa kelemahan yang salah satunya merupakan kemampuan transfer data yang lebih lambat dibandingkan panyimpanan internal terutama pada microSD murah.

Hal tersebut dapat menyebabkan berbagai konflik seperti masalah kompabilitas aplikasi maupun penurunan performa. Oleh karena itu beberapa vendor kini menghilangkan opsi untuk memindahkan aplikasi yang terpasang ke penyimpanan eksternal sehingga pengguna hanya bisa menyimpan data pribadi seperti foto atau video saja ke microSD.

Walaupun begitu tidak sedikit pengguna yang tetap ingin menggunakan microSD sebagai tempat penyimpanan utama karena terlalu banyak yang harus disimpan. Untungnya ada trik yang bisa digunakan untuk merubah kartu microSD kamu menjadi internal di MIUI dengan memanfaatkan fitur adoptable storage seperti yang dijelaskan salah satu pengguna forum XDA Developers.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengaktifkan fitur ini, yakni smartphone sudah menjalankan Android 6.0 ke atas, komputer atau laptop, dan microSD minimal kelas UHS 1. Pastikan juga kamu mencadangkan data seluruh data di smartphone dan microSD karena ada proses format.

Jika semua itu terpenuhi, maka kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk cara mengubah microSD menjadi internal untuk pengguna perangkat Xiaomi MIUI.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal


  1. Aktifkan Developer Option dengan menekan OS version di Settings > About Phone sebanyak 7 kali.
  2. Aktifkan fitur USB Debugging dan Stay Awake agar smartphone tetap terus menyala.
  3. Instal ADB dan Fastboot di komputer kamu.
  4. Hubungkan smartphone ke komputer dengan menggunakan kabel USB.
  5. Jalankan Command Prompt di Windows dengan “run as administrator”.
  6. Masukan perintah adb shell kemudian sm set-force-adoptable true.
  7. Selanjutnya masukan sm list-disks dan kamu akan melihat sebuah angka seperti ini disk:179,64.
  8. Format microSD melalui perintah sm partition disk:xxx,xx private dengan nilai xxx.xx sesuai seperti hasil angka di langkah No.7.
  9. Kemudian ketikan perintah sm list-volumes dan kamu akan mendapatkan hasil dengan deretan angka seperti ini private:179,67 mounted fb705131-c6a0-4e3a-959b-605a65334c8c.
  10. Terakhir masukan perintah pm move-primary-storage xxxxxxxxxx-xxxx-xxxxx-xxxxx-xxxxxxxxxx sesuai dengan deretan angka sebelumnya.
  11. Tunggu hingga selesai dan reboot smartphone kamu.
  12. Jika belum berhasil, ulangi langkah tersebut sebanyak 2-3 kali. Saya sendiri harus mengulangi sekali untuk bisa berhasil.

Cara Mengganti MicroSD Jadi Penyimpanan Internal

Metode ini telah sukses saya praktikan di smartphone Xiaomi Redmi 5A saya yang kini punya penyimpanan sebesar 64GB. Walaupun begitu ada beberapa kekurangan yang harus dipahami setelah membuat microSD menjadi penyimpanan internal.

Pertama, total penyimpanan yang terbaca di pengaturan akan tetap sama dan tidak berubah sama sekali sehingga kamu harus melihatnya menggunakan aplikasi File Manager. Selain itu setiap icon di layar Home akan kembali berubah setiap kali reboot, maka dari itu gunakan launcher agar tetap rapih.

Terakhir, kamu harus melakukan update MIUI secara manual dengan mengunduh file dari situs Xiaomi langsung yang pastinya belum tentu semua penggunan menginginkan itu. Namun secara keseluruhan mengubah microSD menjadi penyimpanan internal terasa lebih penting dibandingkan harus kehabisan ruang untuk menginstal aplikasi baru.

Maka dari itu memang yang terbaik merupakan penyimpanan internal smartphone besar untuk kebutuhan aplikasi ditambah dengan microSD untuk kebutuhan data pribadi seperti foto dan video agar penggunaan lebih nyaman.

Subscribe Our Newsletter